Kamis, 29 Agustus 2013

Hijab Jilbab

Sebenarnya cuma saya aja yang mikirin apa memang itu adalah hal yang benar? Jadi saya membedakan jilbab dengan hijab begini: Kalo hijab itu penutup kepala yang dipakai wanita seperti yang sedang trend belakangan ini. Hijab yang lagi ngtrend di kalangan seleb. Kalo jilbab ya yang dipakai para akhwat. Ya yang dipakai murabbi itu. Yang gede, yang tebel, yang keren, yang ngeliat jadi adem ~halah~ pokoknya yang berkomplementer sama kaos kaki.
 
Sebenernya ada lagi kosa kata yang mirip. Adalah kerudung. Kata temen SMA saya yang akhwat, ada versus antara jilbab dan kerudung. Jilbab itu ya yang gede itu, kalo kerudung sudah menutup dada sih, cuman masih kecil. Pokoknya yang biasa dipake dirumah.
Drrtt drrrtt  <-- efek shock standar.
Oke. Berarti saya belum pake jilbab. Semoga dimudahkan terus berproses membaik. Amin. 

Balik lagi ke hijab dan jilbab.
Akhir-akhir ini sering mendapat masukan yang agak kurang memberi minat yang berarti. Di dunia kerja di kota yang digadang-gadang dengan dunia hedonismenya, masalah hijab tidak kalah trend.

“Mur, mbok kamu pake hijabnya yang trendy lho. Biar kelihatan lebih muda” kata saudara saya suatu waktu.
“Mur, mbok sekali-kali pake hijab yang begini, ini dapet tutorial di youtube lho” tambahnya sambil menunjuk hijab yang dipakainya bangga  -_____-

Kemudian saya pusing. Ah ribet. Susah makeknya. Jawabku sekenanya.
Bagus sih, kelihatan lebih fresh. Agak sedikit tergoda untuk mencoba. Asal ada syaratnya, begitu kata akhwat kantor yang juga senior di tempat kerja.
Syaratnya 1) Kainnya tebal, tidak menerawang. 2) Menutup dada. 3) Tidak berpunuk unta. 4) Tidak mengikat leher. Alasannya jelas sekali ada di Qur’an Surat An Nur 31. Serta hadist riwayat Muslim tentang jilbab berpunuk unta yang diharamkan baginya mencium wangi surga itu. Wallahua’lam.

Subhanallah ya, beribadah memang harus terus saling mengingatkan. Nek saya sih emang harus diingetin terus. Tiap hari ditanya “Murni, kaos kakinya mana?” misalnya :D *halah~

Rabu, 17 Juli 2013

mencoba menaklukan ibukota #2



Puasa udah melesat seminggu aja nih. Nggak kerasa. Rutinitas harian puasa tahun ini berbeda sekali dengan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya saya masih berada di Jogja dengan kesibukan wara-wiri kampus. Pun dengan tarawih saya yang muter-muter berpindah-pindah masjid.

Sekarang di Jakarta semua serasa serba cepat.  Begitulah kata orang-orang, di Jakarta memang perlu ada kemacetan untuk memperlambat aktivitas masyarakat ibukota yang dilakukan serba cepat.
Saking kerasa cepetnya, sampai saya hampir tidak pernah makan berat saat berbuka puasa, dan tidak merasa kelaparan sehariannya. Ah puasa memang bulan favorit. Semua aktivitas dan kesibukan mendadak mentoleransi segala bentuk ketidakdisiplinan pekerjaan, alih-alih sedang berpuasa. Telat misalnya, pulang sebelum waktunya misalnya, tidur di mushola, bermalas-malasan di balik komputer dan sebagainya. Indahnya duniaa ~

Rutinitas harian yang serba cepat dan “teratur" saya berawal dari pulang kantor. Yah, pulang kantor jam 17.00 WIB langsung menuju masjid Al-Ahzar, kemudian kajian menuju buka bersama dengan hidangan takjil dimulai pukul 17.30, sampai dengan berbuka puasa. Lepas berbuka disusul dengan shalat isya yang baru dimulai pukul 19.30, ceramah pra tarawih, kemudian tarawih dimulai pukul 20.00 WIB.
Masjid Al-Ahzar memberikan suasana yang sangat berbeda di puasa tahun ini. Masjid dengan gaya arsitektur modern ini setiap harinya dipenuhi dengan ribuan jamaah untuk shalat tarawih. Saya yang gampang terkesima alias ‘gumunan’ pasti merasa sedang berada di dunia lain kalo sedang di Al-Ahzar. Sifat gumunan saya memang selalu membawa fantasi yang berlebihan. Tapi kadang saya sangat menikmati hal itu.

Berada di tengah-tengah ribuan orang yang tidak saya kenal, di masjid yang keren karena punya security khusus untuk membariskan shaf shalat. Oh iya di mesjid ini banyak sekali security dengan seragam lengkap dan tongkatnya siap untuk mengomeli para jamaah yang mengosongkan shaf-shaf shalat atau yang shafnya tidak teratur. Mereka biasanya berkeliling di belakang jamaah setiap sebelum shalat dilakukan. Keren bukan? Awalnya saya pikir tidak perlu, tapi ternyata jamaah memang sulit sekali merapatkan shaf. Mungkin karena tidak saling mengenal jadi agak sulit. Pantas saja bapak securitynya gemes gitu. (baca: gemes = galak).

Ribuan jamaah yang datang dengan kostum beraneka ragam juga sering membuat saya terkesima. Mulai dari yang terbuka banget sampai yang tertutup banget ada. Penceramah yang sering saya lihat di tivi, sampai kamera tivi lengkap dengan reporternya pada ikutan tarawih juga.
Di luar mesjid saben hari ada pasar dadakan yang menyajikan aneka menu berbuka di stand-stand yang serba putih. Nuansa ramadhan banget deh. Sampai akhirnya saya baru sadar bahwa saya sedang di dunia nyata kalau sudah sampai di kos lagi jam 10 malam.

Kemudian bangun sahur, subuh, berangkat kantor sampai jam 5 ke masjid lagi. Begitulah rutinitas yang membuat waktu begitu cepat. Tentu saja di luar weekend yang mengharuskan saya mudik ke bekasi, atau agenda buka bersama dengan teman kuliah, teman SMA, dan tetangga rumah yang sedang merantau di sini. 
Ah sayangnya belum juga dihubungi mr baru, padahal bakalan jadi doping target ibadah ramadhan ini :(
 
Eh kebumen gimana kabarnya ya?

Jumat, 28 Juni 2013

perhatian

Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan. Begitu kata Anis Matta dalam serial cintanya. 
Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya. Lanjutnya.

Tapi disana spesifik perhatian kepada orang yang kita cinta saja. Ah perhatian itu luas kan?

Pada akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa memberi perhatian itu pekerjaan yang perlu kebiasaan ternyata. Kebiasaan yang selanjutnya menjadi karakter yang pemerhati. Apa saja. Pemerhati teman-teman kita misalnya.
Ah agak sedikit kurang terbiasa untuk tidak tahu apa yang teman-teman kita sedang lakukan.

Kangen jogja ih. Biarpun temen-temen saya disana freak semua =_=



Jakarta, 12.39 WIB.
Ruang MP Drainase Bekasi.
Dengan random playlist music dan ketoprak pedas ^^