Jumat, 28 Juni 2013

perhatian

Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan. Begitu kata Anis Matta dalam serial cintanya. 
Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya. Lanjutnya.

Tapi disana spesifik perhatian kepada orang yang kita cinta saja. Ah perhatian itu luas kan?

Pada akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa memberi perhatian itu pekerjaan yang perlu kebiasaan ternyata. Kebiasaan yang selanjutnya menjadi karakter yang pemerhati. Apa saja. Pemerhati teman-teman kita misalnya.
Ah agak sedikit kurang terbiasa untuk tidak tahu apa yang teman-teman kita sedang lakukan.

Kangen jogja ih. Biarpun temen-temen saya disana freak semua =_=



Jakarta, 12.39 WIB.
Ruang MP Drainase Bekasi.
Dengan random playlist music dan ketoprak pedas ^^

Kamis, 27 Juni 2013

orang bilang...

orang bilang saya maunya menang sendiri,
orang bilang saya nggak pernah mau disalahin,
orang bilang saya keras kepala,
orang bilang saya berisik,
orang bilang saya jorok,
orang bilang saya berantakan,
orang bilang saya judes,
orang bilang saya sok tahu,
orang bilang saya nggak punya pendirian,
orang bilang saya seenaknya,
orang bilang saya suka dramatis,

well, setiap orang memang punya hak menilai orang lain seperti apa.
pun sama, kita juga punya hak untuk memilah mana yang perlu didengar kemudian menjadi masukan, dan mana yang lebih baik diabaikan.

bukankah mengikuti setiap ekspektasi orang lain terhadap kita itu adalah pekerjaan berat?

Senin, 24 Juni 2013

mencoba menaklukan ibukota #1



Masih inget waktu senior kuliah pernah bilang ‘welcome to the jungle’ saat beliau tahu saya akan kerja di Jakarta. Lalu saya jawab begini ‘masih mendingan jungle kayaknya, ini sih bakalan lebih kejam daripada ibu tiri’.

Dan, here we go .. Jakarta. Kota yang menjadi tujuan jutaan orang untuk mengadu nasib. Mengadu kok sama Kota. Ada ada aja.
Ada quotes yang bilang katanya kalo bangun siang nanti keburu rejekinya dipatok ayam. Sayangnya di Jakarta nggak ada ayam. Lah..
Jadi, orang Jakarta itu udah biasa banget bangun pagi. Malah saya sering denger banyak pekerja yang nunggu angkot dari jam4 subuh. Entahlah saya mesti kagum apa kasihan dengernya. Tapi ya wajar si, orang jam6 pagi udah macet gitu.

Saya yang notabene belum terbiasa hidup disini, masih suka merasa aneh pada hal-hal yang mungkin sepele. Jadi, suatu pagi saya tanyakan pada sepupu:

‘Mbak, kalo di bis kok sepi banget ya? Semua orang tidur kayaknya. Dan setiap hari saya naik bis jurusan yang sama di jam yang sama, nggak pernah tuh ketemu sama orang yang sama yang kemaren naik bis itu juga’
‘Yaelah Mur, emangnya Jogja yang ramah-ramah. Disini kamu harus ati-ati kalo ngobrol atau ngajak ngobrol orang. Bisa-bisa kamu dikira mau hipnotis entar’
‘Pantesan..semua orang kalo nggak tidur, ya mainan gadget. Lha aku? Ngantuk enggak, gadget nggak ada. Cuma celingak-celinguk doang. Padahal sampe 2 jam di bis. Sekalinya nanya-nanya dikit sama orang di sebelah, jawabnya nggak ramah gitu. Lain kali pura-pura tidur aja kali ya mbak?’ tanya saya sambil nyengir.

Ini masih Indonesia lho. Ini masih di Jawa lho. Padahal orang barat selalu bilang kalo orang Indonesia ramah-ramah. Yah itung-itung belajar idup di luar negeri kali ya. Hidup dan beraktivitas di lingkungan yang asing. Nggak ada yang kenal kita. Nggak ada yang mau tahu soal kita. Awalnya rada susah cuek sama orang di sebelah kita gitu, tapi lama-lama pasang headset sama buka buku lumayan juga. Sometimes it feel awesome ! Isn’t it?

Jum’at, 21 Juni 2013. 22.33 WIB
With the first song on playlist ~ Mirror-Justin Timberlake.
Selamat malam ....